Tantangan dan Upaya Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan di Negeri Kawa
Oleh:
Dr. Alfredo Tutuhatunewa, ST., MT; Prof. Dr. Ir. M. Tukan, BSE., MT; Dr. Ariviana L. Kakerissa, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng; Wilma Latuny, ST., M.Si., M.Phill., Ph.D; Ir. Aminah Soleman, ST., MT; Dr. Daniel B. Paillin, ST., MT dan Victor O. Lawalata, ST., MT
Negeri Kawa, yang terletak di Kabupaten Seram Bagian Barat, Provinsi Maluku, Indonesia, memiliki potensi perikanan yang signifikan, terutama dalam sektor perikanan tuna. Negeri ini dikenal sebagai salah satu penghasil tuna terbesar di wilayah tersebut. Selain tuna, perairan di sekitar Negeri Kawa juga kaya akan berbagai jenis ikan komersial lainnya, seperti ikan tongkol, ikan kerapu, dan ikan snapper, yang juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Keanekaragaman hayati laut yang ada di wilayah ini mendukung berbagai kegiatan budidaya perikanan. Namun, untuk mengoptimalkan potensi ini, diperlukan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan, yang tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil tangkapan dan produksi, tetapi juga pada konservasi dan pemeliharaan ekosistem laut yang menjadi habitat bagi berbagai spesies ikan. Prinsip-prinsip konservasi yang berbasis pada pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana sangat penting untuk mencegah kerusakan lingkungan akibat kegiatan penangkapan ikan yang berlebihan.
Permasalahan utama yang dihadapi oleh masyarakat di Negeri Kawa adalah kurangnya pengetahuan dalam pengolahan hasil perikanan, manajemen usaha, dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Selain itu, keterbatasan akses pasar, infrastruktur, dan fasilitas pengolahan juga menjadi hambatan utama. Melalui pengabdian masyarakat yang melibatkan pelatihan dan pendampingan, diharapkan masyarakat dapat mengatasi permasalahan-permasalahan ini dan memanfaatkan potensi besar di sektor perikanan untuk mengembangkan industri rumah tangga yang berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.