Pemetaan Potensi Air Tanah di Dusun Batu Badiri Menggunakan Metode Geolistrik untuk Mendukung Ketahanan Air Bagi Kelompok Pengrajin Batu Bata
oleh
Gede Wiratma Jaya, S.Pd., M.Si.; Afifah Thohirah, S.Pd., M.Si.P.; dan Aditya Ramadhan, S.Si., M.Eng.
Dusun Batu Badiri merupakan salah satu Dusun dari Desa Hatu yang terletak di Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah. Dusun ini memiliki industri pembuatan batu bata yang dikelola oleh kelompok Pengrajin Batu Bata, namun dalam proses produksi hanya menggunakan air hujan. Berdasarkan masalah tersebut, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Jurusan Teknik Geologi Universitas Pattimura melakukan kegiatan pengabdian di Dusun Batu Badiri. Tujuan kegiatan PkM ini adalah menerapkan metode geolistrik untuk identifikasi keberadaan air tanah dan pembuatan peta potensi air tanah dari hasil pengukuran geolistrik. Metode pelaksanaan PkM menggunakan pendekatan Community Development dengan tahapan kegiatan PkM, yaitu persiapan, pengukuran geolistrik, pengolahan data geolistrik, pembuatan peta potensi air tanah, dan sosialisasi. Untuk pengukuran geolistrik menggunakan konfigurasi Schlumberger sebanyak 14 titik lokasi. Hasil pengukuran geolistrik telah berhasil mengidentifikasi lapisan bawah permukaan dan posisi kedalaman air tanah di wilayah Dusun Batu Badiri. Untuk lapisan bawah permukaan terdiri dari batuan konglomerat, andesit, breksi vulkanik, batu lempung, pasir, dan lapilli. Reservoir air tanah berada di lapisan batuan breksi vulkanik dan lapisan pasir dengan kedalaman air tanah berada pada rentang 5-85 meter. Peta potensi air tanah telah berhasil dibuat menggunakan software QGIS dengan menampilkan 14 titik lokasi pengambilan data geolistrik. Peta tersebut terdapat data titik koordinat lokasi dan kedalaman air tanah, sehingga Mitra PkM dapat mengetahui posisi kedalaman air tanah yang ada di wilayah Dusun Batu Badiri. Adanya peta ini sangat membantu Mitra PkM dalam menentukan lokasi calon sumur bor yang potensial sebagai sumber air untuk pembuatan batu bata, sehingga berdampak pada peningkatan kapasitas produksi batu bata.