Implementasi Sistem Perancangan Alat Pengering Pati Sagu Otomatis Berbasis Mikrokontroller Arduno Nano Sebagai Peningkatan Produksi Pangan Lokal Pada IKM Noraito di Desa Ihamahu – Maluku Tengah
Oleh:
Fredrik Manuhutu, S.Si., M.Sc; Stevi Silahooy, S.Pd., M.Si; Frandy Akyuwen, S.Pd., M.Si dan Jony Taihuttu, S.Pd., M.Pd
Sagu merupakan jenis tanaman yang banyak terdapat di wilayah Indonesia Timur salah satunya di provinsi Maluku. Sagu memiliki kandungan karbohidrat yang baik dan dijadikan sebagai pangan tradisional oleh masyarakat Maluku. Olahan tanaman sagu menjadi pati sagu, dapat diolah kembali untuk menghasilkan aneka jenis makan seperti papeda, sagu lempeng, sarut dan sebagainya. Proses pengelolaan pati sagu masih dilakukan secara tradisional yaitu proses pengeringan di ruang terbuka yaitu memanfaatkan sinar matahari dan solar drayer. Sagu yang dijemur pada ruang terbuka dapat beresiko terkontaminasi oleh berbagai polusi seperti asap kendaraan, asap bakaran sampah masyarakat, debu yang bertebaran disekitar lingkungan yang dapat memepengaruhi kualitas sagu atau menjadikan sagu yang kurang higienis sedangkan pengeringan dengan cara solar drayer dari hasil wawancara dengan mitra saat intensitas cahaya matahari tidak maksimal menghasilkan pati sagu yang kering tidak maksimal sehingga patisagu berubah warna menjadi kemerahan. Salah satu kelompok usaha yang mengelola pati sagu menjadi aneka jenis makan di desa Ihamahu adalah kelompok usaha IKM Noraito yang masih melakukan pengeringan pati sagu secara tradisional.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang dilakukan adalah mengimplementasikan teknologi alat pengering pati sagu sebagai teknologi tepat guna yang dibutuhkan oleh mitra usaha produktif di desa Ihamahu kabupaten Maluku Tengah Provinsi Maluku. Alat pengering pati sagu yang diimplementasikan akan dirancang oleh tim PkM yaitu dengan memanfaatkan Arduino yang akan diprogramkan untuk mengukur suhu, mengontrol suhu serta mengatur lama waktu proses pengeringan secara otomatis. Sistem pengukuran suhu yaitu menggunakan sensor suhu (thermocouple type – K) yang memiliki tingkat akurasi dan sensitivitas yang tinggi kemudian sistem kontrol suhu yang dirancang dapat diatur oleh pengguna untuk mempertahankan suhu dalam alat pengering pati sagu dan juga terdapat sistem timer sehigga pengguna dapat mengatur lama waktu proses pengeringan pati sagu. Melalui alat pengering pati sagu ini dapat menghasilkan pati sagu yang berkualitas, dapat meningkatkan proses produksi sagu oleh kolompok usaha IKM Noraito sebagai mitra dalam kegiatan PkM karena proses pengeringan yang dilakukan tidak bergantung pada cuaca, dapat dilakukan baik siang maupun malam hari.