Optimalisasi Kesehatan Masyarakat Secara Berkelanjutan Melalui Pencegahan Pemeriksaan Dan Pengobatan Daerah Pesisir Di Desa Tifu Kecamatan Leksula Kabupaten Buru Selatan
Oleh:
Presli Glovrig Siahaya, S.Kep., Ns., M.Sc; dr. Is Iksan Hataul. Sp.B; dr. Samuel Maruanaya, Sp.OT; Apt. Muhamad Sadam Saputra, S. Farm., M.Biomed; Apt. Wade Marlinda, Sfarm., M.Biomed; Meifaninshi Harita dan Firends Titus Molle
Pelayanan akan kesehatan merupakan salah satu hak utama masyarakat yang harus dipenuhi. Berbagai kendala yang muncul tentunya membutuhkan kerja sama berbagai pihak, khususnya untuk memunculkan inisiatif pengabdian tenaga kesehatan seperti dokter dan tenaga pendidik dalam bidang kesehatan di daerah terpencil. Integrasi antar disiplin ilmu pun diharapkan dapat membantu memberikan jalur bagi profesi untuk lebih leluasa menjalankan tugas dan fungsinya. Sasaran pada kegiatan ini yaitu masyarakat Desa Tifu, Kecamatan Leksula, Kabupaten Buru Selatan. Menurut hasil koordinasi dengan Koordinator Wilayah disana, diketahui bahwa Masyarakat disna tidak memiliki fasilitas Kesehatan, tidak ada tenaga kesehatan yang tinggal menetap atau bertugas disana. Jika ada yang sakit dibiarkan saja, karena keadaan ekonomi yang tidak memadai untuk dirujuk ke fasilitas Kesehatan terdekat. Wilayah Kehli merupakan wilayah kepulauan yang jarak pemukiman Masyarakat ke fasilitas Kesehatan sangat sulit untuk dijangkau, karena jarak pemukiman dan fasilitas Kesehatan sangat jauh. Distribusi Indeks Massa Tubuh (IMT) menunjukkan bahwa hampir separuh responden memiliki berat badan di luar kategori normal (baik kelebihan maupun kekurangan), yang dapat mempengaruhi status kesehatan mereka. Secara keseluruhan, temuan ini mengindikasikan adanya risiko kesehatan yang berhubungan dengan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan status berat badan di antara responden, terutama pada kelompok usia lebih tua.