Akselerasi mutu kelembagaan dan peningkatan daya saing akademik perguruan tinggi di wilayah Maluku dan Maluku Utara sangat bertumpu pada efektivitas penjaminan mutu pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi. Kawasan kepulauan ini pada dasarnya memiliki kekayaan intelektual yang luar biasa, dengan keunggulan riset berbasis kemaritiman, biodiversitas pulau-pulau kecil, hingga dinamika sosial-humaniora masyarakat pesisir. Namun demikian, potensi akademis yang melimpah ini belum berbanding lurus dengan pencapaian kinerja riset nasional, yang mana tingkat kelolosan (passing rate) usulan hibah pada platform BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi masih relatif rendah.
Fenomena ini mengindikasikan adanya kendala mendasar pada tahap awal pengusulan riset yang perlu segera dibenahi secara terstruktur. Salah satu faktor krusial yang menjadi akar permasalahan adalah terbatasnya jumlah reviewer internal maupun regional bersertifikasi nasional di lingkungan LLDIKTI Wilayah XII. Ketersediaan reviewer yang kompeten dan tersertifikasi sangat dibutuhkan untuk menjalankan fungsi penyeleksian awal (internal screening) secara ketat, objektif, dan terukur sebelum proposal-proposal riset dan pengabdian masyarakat resmi diajukan ke tingkat nasional.
Menyikapi tantangan tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Pattimura mengambil langkah intervensi strategis dengan menyelenggarakan Pelatihan Sertifikasi Reviewer Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Kegiatan ini dirancang secara khusus untuk membangun ekosistem penilai proposal yang akuntabel, berintegritas tinggi, dan mampu menyelaraskan standar penilaian lokal dengan parameter evaluasi nasional. Melalui inisiatif ini, diharapkan tercipta iklim akademik yang kondusif dalam mendorong lahirnya usulan-usulan riset yang berbobot.
Selama pelatihan berlangsung, para peserta yang terdiri dari akademisi terpilih dibekali dengan kurikulum komprehensif yang mencakup regulasi dan standar penilaian terbaru. Materi pelatihan meliputi penyusunan dan evaluasi standar biaya (SBM/SBK), pengukuran Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT), penelusuran rekam jejak riset, hingga pemahaman mendalam terkait etika reviewer dan teknik penyusunan umpan balik konstruktif bagi pengusul. Pendekatan simulasi review juga diterapkan untuk memberikan pengalaman empiris yang relevan dengan mekanisme evaluasi nasional.
Dengan terselenggaranya pelatihan ini, hadirnya kelompok reviewer bersertifikasi di lingkungan Universitas Pattimura dan perguruan tinggi se-LLDIKTI Wilayah XII diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam pengawalan mutu ilmiah. Keberadaan mereka tidak hanya meningkatkan proporsi kelolosan hibah kompetitif nasional, tetapi juga memperkokoh peran Universitas Pattimura dalam mentransformasi potensi sumber daya lokal menjadi karya ilmiah yang unggul, berdampak luas, serta berdaya saing global.
Syarat Peserta Sertifikasi Reviewer "Pelatihan Sertifikasi Reviewer":
CONTOH SURAT PERNYATAAN BERSEDIA MENGIKUTI PELATIHAN SERTIFIKASI REVIEWER TAHUN 2026